Tinggalkan Jejak Lebih Jauh

Dounat's Boat

Untung Jawa Island

Hutan Mangrove

Untung Jawa Island

Pulau Untung Jawa

Kepulauan Seribu

Taman Nasional Gede Pangrango

Pangrango dari Puncak Gede.

Taman Nasional Gede Pangrango

Puncak Gunung Gede.

Fun hiking

24-25 September 2016 MT Gede Pangrango.

Puncak Bintang

Bukit Moko, Bandung.

Mt. Papandayan, Garut West Java

Tegal alun Awasss... edelweiss dimana-mana.

Puncak Rengganis

Salah Satu dari Tiga Puncak di Gunung Argopuro, Menyimpan sejuta Sejarah dan Mistis di Balut Keindahan.

Ranu Kumbolo

Danau Gunung yang Terletak di Pegunungan Tengger, di kaki Gunung Semeru dengan luas 15 hektare.

Pasar Dieng Gunung Merbabu

Kawasan Pasar Gaib Di Gunung Merbabu.

Puncak Gunung Cikuaray

Pegunungan berbentuk Piramida di Garut Jawa barat.

Cemara Lima

Terletak di Gunung Argopuro Jawa Timur.

Oro Oro Ombo - Puncak Mahameru

Savana di Gunung Semeru - Puncak Tertinggi Pulau Jawa.

Tanjung Tinggi

Lebih dikenal dengan Pulau Laskar Pelangi, Film laskar Pelangi menggunakan latar pulau ini.

Puncak Kenteng Songo

Salah satu Puncak di Gunung Merbabu, konon katanya, hanya orang yang memiliki indera ke-6 yang dapat melihat ke 9 kenteng songo.

Taman Bunga Nusantara Bogor

Cianjur, Jawa Barat.

Tegal Alun

Tegal Alun Mt. Papandayan.

Kawah Putih

Ciwidey, Bandung.

Tegal Alun

MT. Papandayan, Garut, Jawabarat.

Pondok Selada

MT. Papandayan, Garut, Jawabarat.

MT. Papandayan

MT. Papandayan, Garut, Jawabarat.

Ranca Upas

Penangkaran Rusa, Bandung.

Showing posts with label Bogor. Show all posts
Showing posts with label Bogor. Show all posts

Monday, 7 May 2018

Kebijakan baru pengambilan simaksi Gunung Gede Pangrango per 1 April 2018

Ketentuan Umum Pendakian Gunung Gede Pangrango

  1. Setiap pendaki harus memiliki Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) pendakian yang dikeluarkan oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), dengan ketentuan sebagai berikut:
    1. Pendaftaran dilakukan secara online dan dapat dilakukan 2 bulan hingga 3 hari sebelum pendakian melalui website booking.gedepangrango.org dengan cara mengisi form aplikasi secara lengkap sesuai dengan ketentuan;
    2. Batas waktu minimum pendakian adalah 2 (dua) hari 1 (satu) malam dan maksimum 3 (tiga) hari 2 (dua) malam;
    3. Setiap SIMAKSI pendakian dikeluarkan untuk grup pendaki dengan jumlah minimum 3 (tiga) orangdan maksimum 10 (sepuluh) orang pendaki, serta untuk mengurangi resiko kecelakaan sangat disarankan dalam setiap grup pendaki terdapat pendaki yang berpengalaman atau menggunakan jasa pemanduan;
    4. Proses pengambilan SIMAKSI bisa dilakukan setiap hari:
      • Senin s.d Kamis pukul 08.00 s/d 15.30 WIB 
      • Jumat 09.00 s.d 16.00
      • Sabtu dan Minggu, pukul 09.00 s/d 15.00 WIB.
    5. Mulai 1 April 2018 SIMAKSI hanya bisa diambil pada hari H pendakian dan  Tanggal Surat Keterangan Sehat harus sama dengan Tanggal Pendakian , Lokasi pengambilan SIMAKSI  sesuai dengan pintu masuk yang dipilih saat melakukan pendaftaran.
      Lokasi Pengambilan SIMAKSI :
      1. Pintu masuk Cibodas di Kantor Balai Besar TNGGP(lokasi);
      2. Pintu masuk Gunung Putri di Kantor Resort Gunung Putri (lokasi);
      3. Pintu masuk Selabintana di Kantor Bidang PTN Wilayah II Sukabumi (lokasi);
    6. Syarat Penukaran Simaksi :
      1. Foto Copy Identisas yang masih berlaku seperti : SIM, KTP, KTM/Kartu Pelajar, Paspor, atau surat keterangan domisili dari RT/RW setempat (bagi yang tidak/belum memiliki identitas), diluar ini tidak menerima (Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Raport, dll);
      2.  Lembar Pendaftaran Pendakian Gunung Gede Pangrango (contoh dapat di unduh disini);
      3. Surat Pernyataan Standar Pendakian (dapat diunduh disini);
      4. Bukti Transfer / Bukti Pembayaran;
    7. Tidak Melayani Pengambilan SIMSAKSI pada hari besar Keagamaan;
    8. Setelah terbit SIMAKSI, wajib melakukan pemeriksaan kesehatan pada saat akan melakukan pendakian dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat dari Rumah Sakit, Klinik atau fasilitas layanan kesehatan lain yang resmi yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur / SOP Pemeriksaan Kesehatan Pendakian di TNGGP (dapat diunduh disini) ;
    9. Batas usia calon pendaki minimal 5 tahun. Calon pendaki yang berumur kurang dari 17 tahun, wajib menyerahkan Surat Izin Orang Tua/Wali dan ditandatangani di atas materai Rp. 6,000,- serta dilampirkan fotocopy KTP Orang Tua/Wali yang masih berlaku (form dapat diunduh disini);
    10. Bagi Warga Negara Asing (WNA) yang akan mendaki Gunung Gede Pangrango sangat disarankan untuk menggunakan jasa pemanduan dan mendaftar langsung di kantor Balai Besar TNGGP;
    11. Calon pendaki Warga Negara Indonesia (WNI) wajib didampingi pemandu apabila:
      1. Memiliki kebutuhan khusus ( penyandang Disabilitas)
      2. Usia lanjut 
    12. Membayar tiket masuk dan asuransi sebagai berikut:
      1. WNI (hari kerja): Rp 29.000,- /orang untuk 2 hari 1 malam
      2. WNI (hari libur): Rp 34.000,- /orang untuk 2 hari 1 malam
      3. Pelajar (hari kerja): Rp 17.500,- /orang untuk 2 hari 1 malam (harus 10 orang per grup dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa)
      4. Pelajar (hari libur): Rp 20.500,- /orang untuk 2 hari 1 malam (harus 10 orang per grup dengan identitas kartu pelajar/mahasiswa)
      5. WNA (Hari Kerja): Rp 320.000,- / orang untuk 2 hari 1 malam
      6. WNA (Hari Libur): Rp 470.000,- / orang untuk 2 hari 1 malam
    13. Pembayaran tiket masuk dan asuransi adalah 24 jam setelah Calon Pendaki melakukan Pendaftaran Booking Online dan dibayarkan melalui transfer ke Rekening Bank BNI Cabang Cipanas dengan Nomor Rekening 019 012 7132 atas nama BPN 128 Balai Besar TNGGP. Saat melakukan transfer pembayaran pendakian, diwajibkan menuliskan nomor kode booking anda pada Berita;
    14. Setelah melakukan transfer pembayaran, calon pendaki wajib melakukan konfirmasi Transfer melalui layanan jendela konfirmasi pembayaran pada website untuk mendapatkan validasi kuota (diwajibkan mengisi tanggal dan jam transfer sesuai dengan tanggal dan jam yang tertera pada bukti transfer. Jam transfer mempermudah operator dalam pengecekan untuk validasi SIMAKSI calon pendaki);
    15. Operator akan melakukan proses Validasi data calon pendaki maksimal 3 hari kerja, jika dalam waktu 1 x 24 jam pendaki tidak melakukan transfer pembayaran dan konfirmasi pemabayaran dari waktu pendaftaran, maka pihak TNGGP tidak bertanggung jawab atas hilangnya sandi booking calon pendaki dan dianggap telah membatalkan pendakian;
    16. Guna kelancaran penukaran SIMAKSI pendakian, diharapkan para Calon Pendaki telah mengisi aplikasi booking online sesuai persyaratan, mencetak SIMAKSI sementara, dan membayar tiket masuk Pendakian 100% (dengan cara mentransfer pada rekening yang telah ditentukan) sebelum datang ke tempat penukaran SIMAKSI. Uang yang sudah ditransfer ke nomor rekening diatas tidak dapat dikembalikan (diambil kembali) dengan alasan apapun dan akan disetor ke KAS Negara.
  2. Pendaki DIWAJIBKAN:
    1. Berbadan sehat pada saat melakukan pendakian (tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya seperti asma, tekanan darah tinggi, jantung atau penyakit lainnya yang berada dalam pengawasan dokter);
    2. Masuk jalur pendakian antara pukul 06.00 s/d 18.00 WIB dan mendaki pada jalur yang sudah ditentukan/jalur resmi, yakni Jalur Cibodas, Gn Putri dan Selabintana dan setiap calon pendaki dilarang merubah jalur pendakian sesuai dengan SIMAKSI (peta jalur dapat diakses disini);
    3. Untuk keselamatan dan kenyamanan, pendaki diwajibkan untuk membawa peralatan pendakian berupa :
      • tenda kedap air
      • Ransel/cariel dalam kondisi baik
      • Matras/alas tidur
      • Kantong tidur (sleeping bag)
      • Sarung tangan
      • Kaos kaki minimal menutupi mata kaki
      • Celana disarankan tidak menggunakan jeans;
      • Sepatu gunung atau sepatu cats;
      • Jas hujan ;
      • Lampu senter;
      • Peralatan masak dan perbekalan makanan ;
      • Obat-obatan pribadi dan kelompok;
      • Membawa kantong sampah (trash bag) minimal 2 perkelompok, Mengisi dan memperbanyak form isian barang bawaan yang menghasilkan sampah (form dapat diunduh disini),;
    4. Melakukan EVAKUASI MANDIRI terhadap rekannya yang sakit sebelum mendapatkan bantuan dari Petugas.
    5. Memprioritaskan penanganan bagi wanita yang sedang menstruasi utamanya segera membawa turun korban tersebut apabila sudah menderita sakit.
  1. Petugas Balai Besar TNGGP akan memeriksa barang bawaan dan SIMAKSI sebelum dan sesudah memasuki kawasan.
  1. Setiap Pendaki DILARANG :
    1. Membawa binatang dan tumbuhan dari luar dan dari dalam kawasan TNGGP;
    2. Mengambil, memetik, memindahkan atau mencabut tumbuhan di dalam kawasan TNGGP;
    3. Membuat api unggun di dalam kawasan TNGGP;
    4. Mengganggu, memindahkan atau melakukan vandalisme pada fasilitas yang tersedia di dalam kawasan TNGGP;
    5. Mengganti identitas/ pendaki pada simaksi atau tidak sesuai dengan simaksi.
    6. Menggunakan SIMAKSI pendakian untuk kegiatan Diklat pencinta alam/kegiatan orientasi pencinta alam.
    7. Membawa obat-obatan terlarang, membawa minuman beralkohol.
    8. Membawa alat pembersih badan yang sulit terurai antara lain : tisu basah, odol, sabun, shampoo dan lain-lain.
    9. Membawa senjata antara lain : golok, pisau (belati, dapur dll) serta alat pemotong lainnya.
    10. Membawa alat elektronik seperti radio komunikasi (Handy Talky) , Walkmangamewatch, wireless speaker dan lain-lain yang dapat mengganggu ketenangan kehidupan flora fauna.
    11. Melakukan perbuatan asusila.
  1. SANKSI dikenakan apabila melanggar ketentuan Pendakian:
    1. Bagi yang melebihi batas waktu pendakian akan dikenakan sanksi berupa denda 10 kali lipat harga tiket weekday pendakian per orang/hari;
    2. Bagi pendaki yang memasuki kawasan TNGGP lebih dari pukul 18.00 WIB diwajibkan  untuk menunggu di lokasi berkemah (camping) atau penginapan terdekat sampai pukul 06.00 WIB atau bila memaksa masuk akan dikenakan sanksi berupa denda 10 kali lipat tiket weekday pendakian per orang;
    3. Bagi pendaki yang tidak membawa alat pendakian sesuai standar maka harus melengkapinya atau tidak diizinkan melakukan pendakian;
    4. Bagi yang melanggar aturan tersebut pada point B, C dan D, maka pendaki yang bersangkutan dan organisasinya akan masuk Daftar Hitam (BLACKLIST) dan tidak diperbolehkan untuk melakukan pendakian kembali ke Gunung Gede dan Pangrango, kecuali didampingi oleh pemandu.
KONTAK:
Telpon Kantor Cibodas: (0263) 519415
Telpon Kantor Gunung Putri:
Telpon Kantor Selanbintana:
Whatsapp: 0263519415 (hanya chat)
Email: booking@gedepangrango.org
FB: https://www.facebook.com/bookingtnggp/
IG :@tn_pendakiangedepangrango



Sumber:http://booking.gedepangrango.org

Salam lestari

Monday, 12 December 2016

Kawah Ratu Gunung Salak Bogor


Dalam Rangka mengisi libur 12 Desember 2016 lalu, Untuk kedua kalinya kami meninggalkan jejak di Kawah Ratu Gunung Salak, Bogor Jawa Barat. Untuk melihat postingan Kawah ratu sebelumnya silahkan klik [ disini ]

Gunung salak sudah menjadi icon Bogor, di kawasan ini begitu banyak wisata air (curug/air terjun), selain surga nya air terjun ada satu keunikan di gunung salak yaitu Kawah Ratu, kenapa bisa di bilang aneh. karena tak seperti biasanya kawah ratu ini tidak berada di puncak gunug melainkan di pertengahan gunung.

Kawah Ratu merupakan kawasan wisata yang cukup menantang, untuk menuju kawasan ini kita menelusuri hutan dan sungai yang cukup panjang. ada tiga alternatif menuju Kawah Ratu yaitu :


1. Bogor, Gunung Bunder via Pasir Reungit Jarak tempuh 3,5 Km  dengan estimasi waktu 2,5 Jam
2. Bogor, Gunung Bunder Via Curug seribu Jarak tempuh 5 Km dengan estimasi waktu 4 jam, dan
3. Sukabumi, Bumi perkemahan Cidahu Jarak tempuh 4,5 Km

Seperti pada perjalanan sebelumnya kami memilih via pasir reungit

Pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun salak via pasir Reungit

pada area puntu masuk mata kita di manjakan denggan pepohonan pinus yang menengkan jiwa.

Hutan Pinus

 Kawah ratu berada pada ketinggian 900 Mdpl, menjadikan kawasan ini pilihan mengisi waktu libur akhir pekan, selain tidak terlalu menguras energi, berlibur ke kawah ratu juga tidak merogoh kocek terlalu dalam.

Curug di pinggir Track
Berikut dokumen tasi perjalanan Kami menuju Kawah Ratu


Tunggu Perjalanan Kami selanjutnya

TINGGALKAN JEJAK LEBIH JAUH
SALAM LESTARI

Thursday, 27 October 2016

Fun Hiking Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Kadang Batu - TNGP
Gunung Gede  berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang terletak di provinsi Jawa Barat, Taman Nasional ini ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang catik di Jawa barat dengan luas 21.975 hektare. wilayahnya mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya. tak hanya itu di kawasan ini juga terdapat Curug, Airpanas, Canopy trail, dan telaga.


bila kita kembali ke sejarahnya, kawasan ini sesungguhnya telah lama dikenal dalam dongeng dan legenda tanah sunda, salah satunya naskah perjalanan Bujangga Manik dari sekitar abad - 13 telah meyebut tempat bernama puncak dan bukit Ageung (yakni, Gunung Gede) yang disebut sebagai "..hulu wano na Pakuan" (tempat tertinggi di pakuan). agaknya, pada masa itu telah ada jalan kuno yang menyambungkan Bogor dengan Cianjur. yang melewati Gunung Gede di sekitar cipanas sekarang.

Pada Masa penjajahan Belanda kawasan ini merupakan area Pertanian info selengkapnya silahkan [klik]
Sumber : wikipedia

Ini mrupakan perjalanan ke-2 dalam seminggu dimana Senin 19 September 2016 saya juga berkunjung ke TNGP klik [disini] untuk melihat postingannya, dan pada posting ini merupakan Funhiking Bersama PT. Cardig, Sabtu, 24 September 2016

Jum'at 23 September setelah pulang kerja kami berangkat menuju cibodas, puncak Bogor dengan menggunakan GrabCar dengan pertimbangan tidak perlu menunggu bus dan bisa di Jumput hingga Lobby Kantor. singkat cerita kami tiba di cibidas tengah malam langsung bermalan di warung yang menyediakan kamar tidur.


Sabtu, 24 September 2016

Setelah sarapan dan sedikit pemanasan kami bergerak untuk lakukan tracking, Langkah awal terasa berat dikarekan kaki yang maih terasa kaku akibat Naik GrabCar (duduk sambil memangku caril). Napas seaakan terasa boros di sertai keringat yang mulai menetes dari seluruh bagian tubuh.

Jembatan beton (Jembatak kayu)

Jembatan  beton
Di jembatan sejenak kami melepas lelah sembari mengabadikan beberapa gambar yang jarang kita temukan di Ibu Kota. setelah teaga mulai pulih kami melanjutkan perjalanan. beberapa penampakan Track Jembatan :




Langkah Kami semakin terasa berat saat hujan mulai membasahi tanah, jalan jang kiat terjal dan menanjak, di tambah Kondisi beberapa Team kurang prima, semakin membuat langkah kami kian melambat, setelah beberapa jam di guyur hujan keram mulai menghampiri salah satu anggota kami membuat kami diam ditempat beberapa saat, sunggu hari yang di guyur hujan lebat tanpa henti. kurang lebih pukul 15:00 kami tiba di Kandang batu, setelah berunding akhirnya kami memutuskan berkemah di kandang batu dikarenakan cuaca yang sangat tida mendukung. Magrib belum tiba akan tetapi cahaya siang sudah tak terlihat, semua sudah menghitang membuat kami stay di tenda. sambil mengisi perut di iringai tetesan air hujan yang menghantam tenda, jam baru menunjukan pukul 20:00 namun hujan kian deras sehingga memutuskan kami untuk beristirahat.


Minggu 25 September 2016
Kandang batu
Mentari pagi pun mulai mengintip di sela sela pohon memacu semangat kami untuk melanjutkan perjalanan, kami bergegas menyiapkan sarapan pagi.



Setelah perut terisi kami segera packing namun mentari pagi tak lama menampakan diri ia begitu cepat berganti dengan kabut putih sehingga mematahkan semangat kami, denan penuh pertimabgan kami pun memutuskan untuk turun dikarenakan cuaca benar benar tak mendukung, serta kondisi beberapa anggota kami tidak dalan kondisi prima, perjalanan kami pin di iringi hunjan yang kian lama kian derah, bahkan di persimpangan ke curung cibereng kami menunggu hujan hingga 1 jam namun tak kunjung reda memaksa kami terus berjalan hingga turun di temani guyuran air hujan


Berikut dokumentasi perjalanan kami:


Untuk :
 Roundown serta estimasi waktu silahkan klik [ disini]
Prosedur pendaftaran berkunjung ke TNGP klik [ disini ]



PAYUNG RIMBA
S A L A M   L E S T A R I

Tuesday, 4 October 2016

Pendakian Gunung Gede 2.958 Mdpl Via Cibodas



Gunung Gede  berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang terletak di provinsi Jawa Barat, Taman Nasional ini ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang catik di Jawa barat dengan luas 21.975 hektare. wilayahnya mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya. tak hanya itu di kawasan ini juga terdapat Curug, Airpanas, Canopy trail, dan telaga.


bila kita kembali ke sejarahnya, kawasan ini sesungguhnya telah lama dikenal dalam dongeng dan legenda tanah sunda, salah satunya naskah perjalanan Bujangga Manik dari sekitar abad - 13 telah meyebut tempat bernama puncak dan bukit Ageung (yakni, Gunung Gede) yang disebut sebagai "..hulu wano na Pakuan" (tempat tertinggi di pakuan). agaknya, pada masa itu telah ada jalan kuno yang menyambungkan Bogor dengan Cianjur. yang melewati Gunung Gede di sekitar cipanas sekarang.

Pada Masa penjajahan Belanda kawasan ini merupakan area Pertanian info selengkapnya silahkan [klik]
Sumber : wikipedia


Perjalanan ini merupakan perjalanan kedua saya bersama Mas Mulyadi dan Mas Rafdi setelah pendakian ke Gunung Argopuro Februari 2016 lalu 


Kang Fadhil-Kang Rafdi-Mas Mulyadi-Mas Edi
Minggu 18, September 2016 Kami berkumpul di kediaman Kang Rafdi di Ciawi-Bogor.


Hari ke-1
Senin 19 September 2016
Setelah sarapan pagi kami bergegas menuju Cibodah (Pintu Masuk Gunung Gede), Kami tiba di lokasi pukul 08:00, serta langsung bergesar menuju kantor balai besar taman nasional gunung Gede Pangrango untuk menukarkan simaksi sementara dengan simaksi asli kurang lebih memakan waktu 30 menit. setelah mendapatkan SIMAKSI kami, membeli Nasi bungkus untuk bekal makan siang di perjalanan. di lanjutkan dengan sedikit pemanasan untuk merenggangkan otot serta di akhiri dengan Berdoa untuk kelancaran pendakian.

Pukul 09: 28
Perjalanan Menuju Puncak Gede di mulai. Alas kaki kami pun mulai bergesekan dengan Jalan Berbatu, serta bertangga menemani perjalanan kami, rimbunnya dedaunan pepohonan menghalangi paparan sinar matahari.

Track Jalur Pendakian G. Gede Via Cibodas

Pukul 10:04
Setelah berjalan kurang lebih 30 menit melewati bebatuan kita akan menemukan jalan datar dengan aliaran air percis di pinggir kiri jalan, lokasi telaga biri di kiri jalan sebrang bangunan shelter di kanan jalan.

Telaga Biru
Telaga Biru  Memiliki luas sekitar lima hektare dan terletak pada ketinggiansekitar 1.575 mdpl. serta dari pintu masuk Cibodas sekitar 1,5 Km, suasana di sekitar telaga ini sangat sejuk, Air di telaga ini ini berwarna kebiruan karena banyak terdapat ganggang biru, Ikan-ikan di telaga ini begitu jelas terliahat berenak kesana kemari.

Pukul 10:11
Tak Jauh dari Telaga biru kita akan bertemu dengan track Jembatan, sejenak menikmati hijaunya rimbun pepohonan, menurut informasi yang saya peroleh dahulunya jembatan ini merupakan jembatan kayu, namu sekarang sudah beton yang menyerupai kayu.

Jembatan Dia area rawa Gayoggong


Pukul 10:19
Masih di track jembatan kayu ada rawa Gayonggong.
Rawa Gayonggong merupakan cekungan yang terbentuk dari kawah mati kemudian menampung aliran air dari tempat yang lebih tinggi Erosi tanah telah menyebabkan sedimentasi lumpur untuk media tumbuh berbagai jenis rumput-rumputan terutama didomasi oleh rumput Gayonggong.

Rawa ini merupakan daerah jajahan Macan Tutul serta tempat hidup berbagai jenis burung khas rawa pegunungan. View yang indah ke arah barat ketika pucuk pohon puspa memerahdi Gunung Pangrango

Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak jangan ambil apapun kecuali gambar jangan petik apapun kecuali kenangan.


begitula tulisan yang Papampang di pinggir kanan Jembatan

Kang Rafdi (ABI) Rawa Gayonggongb1.600 mdpl


Jembatan Beton

Pukul 10:26

Tibalah kami di POS Pannyancangan = persimpangan antara Gunung Gede /Pangrango/Air Panas(LURUS Menanjak) dan Curug Cibeurem (KANAN Menurun)
POS Panyancangan 1.628 mdpl

di kiri jalan ada Shelter yang bisa di gunakan untuk beristirahat 

Jalur Menuju Gunung Gede /Pangrango/Air Panas


Jalur pendakian mulai menanjak dan berliku liku melewaati jalanan berbatu dan sesekali menemuka pepohonan tumbang yang melintang ke jalan, sehingga kita mesti melangkahi pohon kayu tersebut, Gemuruh air terjun yang berada jauh di bawah terdengan begitu jelas di iringi suara satwa-satwa penghuni TNGP ini

Pukul 11:14
Kami tiba di Shelter Rawa Denok 1, kami pun mampir sejenak, Julur pendakian Gunung Gede/Pangrango via Cibodas memang memiliki shelter yang cukup banyak sehingga memudahkan kita untuk beristirahan, bahkan berteduh saat air hujan mulai mengguyur.



Pukul 11:43
Shelter Rawa Denok 1 berbeda dengan shelter sebelumnya, yang memiliki dinding shelter ini hanya berbentuk seperti payung cafe, lengkapdengan Meja dan tempat duduk. Disini kami makan sing terlebih dahulu dengan nasi bungkus yang kami beli sebelum pendakian. selain lebih praktis menghemat waktu pula, langsung makan tanpa masak terlebih dahulu.


Pukul 12:20
Setelah menemukan track datar dan sedikit menurun kita bertemu dengan Shelter Batu Kukus 1, kami sarankan beristirahatlah sejenak di shelter ini karena di balik shelter ini terbentang trak menanjak berkelok yang cukup menguras tenaga

POS Batu Kukus 1 1.820 mdpl
Pukul 13:38
POS Air Panas 2.100 mdpl, sebuah lahan datar yang cukup untuk mendirikan tenda, di tempat ini terdapat bekas shelter yang sudah rusak, kita bisa beristriahan di sini sembari menunggu antrian di Air Panas



Air Panas Merupakan Lereng curam yang berbahaya yang di aliri air panas dengan suhu 70 drajat Celcius, pendaki perlu extra hati hati saat meleati jaur arpanas ini dikarenakan jalur yang sempit serta licin,


Pukul 13:44
Setelah melewati Air panas kita akan menemukan 2 shelter yang berdekatan yaitu shelter Air panas 1 dan 2 di sini menjadi tempat istirahat Favorit para pendaki di karenakan kita bisa beristirahat sambil berendam di air pansa yang mengalir di pinggir jalan.

Namun saat kami sampai disini sangat banyak sekali pendaki yang beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya.


Pukul 13:52
Kandang Batu, tempat ini di jadikan mendirikan tenda dan bermalam jika pendaki sangat ramai di area sini pula terdapat sumber mata air yang dapat di konsumsi, tak heran jika tempat ini di jadikan alternatif berkemah bila tak mendapatkan lahan di Kandang Badak.


Sekitar 1 jam  kita berjalan menanjak makan akan sampai di kandang badak lahan aga miring dengan sumber mata air. serta dekat dengan persimpangan antara Gunung Gede & Pangrango. menjadikan tempat ini ramai apalagi di hari libur, kami berhenti sejenak untuk menghangatkan badan sembari membentangkan flysheet untuk berteduh dari hujan sambil berunding, tetap stay di kandang badak (mendirikan tenda) atau langsung ke puncak dan bermalam di surya kencana, setelah perut terisi dan stamina mulai pulih kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak dan berakhir di alun-alun surya kencana untuk berkemah.


Pukul 16:14
kurang lebih 10 menit dari kandang badak, melewati anak tangga berbatu kita akan bertemu dengan persimpangan atara Puncak Gede dan pangrango dari arak kadang badak Ke puncak Gede lurus sedangkan ke Pangrango ke arah kana, janan berbatu dari pintu masuk cibodas pun berakhir disini dari sini kita akan berjalan dengan track tanah.


Pukul 17:09
Tibalah kami di Tanjakan rante atau yang lebih terkenal dengan tanjakan setan sebenarnya ada jalur arternatif ke arak kanan, namun kami merasa penasaran dengan sensasi tanjakan yang satu ini dengan memikul Caril di pundak, tanjakan ini memiliki tingkat kemiringan 80 derajat dengan dua tai terurai sebagai peganganan kita saat melewati tanjakan ini, di sarankan demi keselamatan satu persatu saat melewati tanjakan ini.

Tanjakan Rante
Tanjakan rante dari atas
Butuh tenaga extra untuk menuju puncak gede dikarenakan jalurnya yang kian menanjak, akar pepohonan yang melintang ke jalur pendakian, di tambah malam yang makin menghampiri, membuat langkah kaki semakin berat, senter mulai kami nyalakan untuk penerangan, tetesan air dari dedaunan sisa hujan masih menetes sesekali menambah dinginnya suasana. setelah keluar dari rimbunnya pepohonan kita di hadapkan dengan jalan menanjak dengan tekstur pasir berkerikil dan kiri kanan jurang. ada pagar pembatas di sebelah kiri sebagai penandah harus berhati hati dikarenakan percis di bawah kiri terdapat kawah gunung gede, jam menujukan pukul 7 malam kabut begitu cepat turun hingga jarak pandang kami terhalangi, gemuruh angin kian kencang di tambah aungan petir bersautan membuat kami memutuskan untuk kembali ke bawah mencari lahan yang dapat didirika tenda serta aman dari terpaan angin. pembangunan tenda kami di iringi turun nya hujan yang deras.


setelah tenda selesai, saat nya memasak untuk mengisi perut di lanjutkan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok pagi.  singkat cerita pagi pun tiba, namun sang fajar tak mau menampakan dirinya di hadapan kami. langit tertutup kabut 

Hari Ke-2
Selasa, 20 September 2016
Suasana pagi di Puncak gede

dikarenakan telah menunggu beberapa jam cuaca tak ada perubahan kami bergegas menuju puncak sembari menikmati suasana puncak dan mengambil beberapa gambar.




Menuju Puncak Gede

Jelas dimata kami Puncak pangrango yang menjulang tinggi seakan melambai-lambai kami untuk mendatanginya.

Pangrango dari Gede

Puncak Gede

Dari tugu puncak gede terlihat hamaran savana di kanan bawah yang memanjang, serta terlihat petunjuk ara yang menuju ke kanan bertuliskan Alun-Alun surya kencana, sebenarnya itulah tujuan semalam kami, Namun dikarenakan konsisi cuaca yang tidak mendukung, perjalanan malan kemarin tertunda.

Setelah berunding akhirnya Saya : Abdusy, Mas Yadi, Kang Rafdi & Kang Fadhil Melanjutkan perjalanan menuju alun-alun surya kencana sedangkan Mas Edi kembali ke Tenda, hanya butuh 15 menit dari puncak menuju surya kencan.


Alun-Alun Surya kencana merupakan Pada Savana memanjang, yang di hiasi bunga edelweiss, serta merupakan titik pertemuan 3 pintu pendakian yaitu Pintu Cibodas (Bogor), Gunung Putri (Bogor) dan Salabintana (Sukabumi)

dari papan petunjuk arah memuat infor masi jarak dari tiap pintu masuk ke Alun-alun surya kencana yaitu

Cibodas - Alun-alun Surya kencana 12 Km
Gunung Putri  - Alun-alun Surya kencana 6 Km, dan
Salabintana - Alun-alun Surya kencana 14 Km

Informasi Jarak tempuh dari tiap pintu masuk


Bunga Edelweiss Alun-Alun Surya Kencana

Puncak gede dari alun-alun surya kencana
Video Ringkasan Perjalanan 


KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
Roundown

P A Y U N G    R I M B A
S A L A M    L E S T A R I

Wednesday, 17 August 2016

Cara Booking Online Pendakian Gunung Gede pangrango


Berikut Langkah-langkah Booking secara online pendakian gunung gede pangrango

Buka situs booking online gede pangngrango di alamat http://booking.gedepangrango.org/

Halaman Booking Online Gede Pangrango

Bacalah Dengan seksama ketentuan umum pendakian gunung gede pangrango, di akhir halaman centang Saya sudah membaca, dan memahami semua ketentua di atas, dan saya menyetujuinya, lalu klik daftar



Setelah mengklik tobol daftar maka kita akan masuk he halaman berikut

di halaman ini kita memperoleh informasi kuota dari masing masing pitu masuk pendakian gunung gede pangrango dimana :

Hari, Tanggal : Merupakan hari dan tanggal untuk melakukan pendakian
Hari, Tanggal warna merah Menunjukan hari libur (weekend)
Hari, Tanggal warna merah menunjukan hari kerja (weekday)
Keterangan : Perbedaan Warna atau weekend & weekday membedakan tarif biaya 

Pintu Masuk : Seperti yang kita ketahui akses resmi menuju gunung gede pangrango adalah Cibodas, Gunung Putri & salabintana

Pada kolom itu masuk akan disuguhkan menu:
Tutup warna merah : Pedakian ditutup
Kuota Penuh warnamerah : Kuota untuk pendakian di pintu masuk tsd dengan tanggal tsb sudah penuh/full booking
Angka warna hijau : kuota pendakian yang tersedia di pitu masuk dan tanggal tsb

di halaman ini kita bisa mengklik kuota tersedia (angka Warna Hijau) maka akan muncul form pendaftaran sbb:

Tunuan : terdapat tiga pilihan yaitu Gunung Gede/Pangrango, Gunung Gede & Gunung Pangrango, pilihlah sesuai tujuan pendakian


Masuk : akan otomatis terisi sesui kita memilih angka warna hijau pintu masuk.
keluar : pilih pintu keluar tujuan apakah Cibodas, gunung putri atau salabintana


utuk tanggal masuk mengikuti pemiliha di awal angka warna hijau, dan tanggal keluar sudah otomatis terisi dikarenakan pendakian hanya boleh memakan waktu 2 hari 1 malam,

Isilah form tersebut sesuai dengan kartu identisas, maximal kelompok 10 orang terdiri dari 1 ketua dan 9 anggota.

setelah itu pilih tombol simpan makan kita akan mendapatkan sandi kode booking dan biaya yang harus di bayar, catat lah sandi (angka warna merah teridiri dar 8 karakter) tersebut untuk melakukan validasi, 



disana akan tertera biaya yang harus dibayarkan, pembayaran bisa dilakukan memalu transfer bank atau ATM, catat biaya dan no rekening TNGP, halaman ini boleh ditutup dan segeralah melakukan pembayaran, 

setelah pembayaran dilakukan kita akan melakuka proses validasi lakah pertama buka kembali website booking online gunung gede pangrango di alamat http://booking.gedepangrango.org/

Masukan Sandi yang telah kita dapatkan  lalu klik buka, lalu lakukan konfir masi pembayratan, tanggal dan jam pembayran, transfer memalui ATM/Bank, Nama Pengirim, No Rekening Jika dilakukan melalu bank, No ATM jika dilakukan memalu ATM. makan akan muncul notifikasi bahwa anda telah melakukan pembayaran, buka kemabali 1-2 hari untuk mengetahui status validasi 


Sama seperti langkah konfirmasi pembayran makan akan muncul notifikasi verifikasi seperti berikut


Setelah mendapatkan validasi klik menu berikutnya makan akan muncul halaman berikut



Print Lembar Pendaftaran pendakian Gunung Gede Pangrango lalu klik selesai. 

langkah selanjutnya Tandatangani Lembar pendaftaran oleh ketua serta lampirkan photocopy Identias & Surat keterangan Sehat dari dokter (Asli)seluruh peserta, untuk pengambilan SIMAKSI, 


Pengambilan simaksi dilakukan sebelum pendakian dengan cara :

Datang ke Balai besar taman nasional gunung gede pangrango yang beralamat di Jl. Raya Cibodas, Cipanas Cianjur. dengan membawa berkas yang disebutkan di atas, langsung ke meja infirmasi. tukarkan dengan simaksi asli. seperti pasda gambar di bawah ini

UPDATE

  1. Proses pengambilan SIMAKSI bisa dilakukan setiap hari:
    • Senin s.d Kamis pukul 08.00 s/d 15.30 WIB 
    • Jumat 09.00 s.d 16.00
    • Sabtu dan Minggu, pukul 09.00 s/d 15.00 WIB.
  2. Mulai 1 April 2018 SIMAKSI hanya bisa diambil pada hari H pendakian dan  Tanggal Surat Keterangan Sehat harus sama dengan Tanggal Pendakian , Lokasi pengambilan SIMAKSI  sesuai dengan pintu masuk yang dipilih saat melakukan pendaftaran.
    Lokasi Pengambilan SIMAKSI :
    1. Pintu masuk Cibodas di Kantor Balai Besar TNGGP(lokasi);
    2. Pintu masuk Gunung Putri di Kantor Resort Gunung Putri (lokasi);
    3. Pintu masuk Selabintana di Kantor Bidang PTN Wilayah II Sukabumi (lokasi);
  3. Syarat Penukaran Simaksi :
    1. Foto Copy Identisas yang masih berlaku seperti : SIM, KTP, KTM/Kartu Pelajar, Paspor, atau surat keterangan domisili dari RT/RW setempat (bagi yang tidak/belum memiliki identitas), diluar ini tidak menerima (Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Raport, dll);
    2.  Lembar Pendaftaran Pendakian Gunung Gede Pangrango (contoh dapat di unduh disini);
    3. Surat Pernyataan Standar Pendakian (dapat diunduh disini);
    4. Bukti Transfer / Bukti Pembayaran;



Sekian cara booking pendaftaran gunung gede pangrango

SALAM LESTARI
PAYUNGRIMBA

Payung Rimba. Powered by Blogger.