Tinggalkan Jejak Lebih Jauh

Tuesday, 4 October 2016

Pendakian Gunung Gede 2.958 Mdpl Via Cibodas



Gunung Gede  berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang terletak di provinsi Jawa Barat, Taman Nasional ini ditetapkan pada tahun 1980, taman nasional ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. TN Gunung Gede Pangrango didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem dan flora pegunungan yang catik di Jawa barat dengan luas 21.975 hektare. wilayahnya mencakup dua puncak gunung Gede dan Pangrango beserta tutupan hutan pegunungan di sekelilingnya. tak hanya itu di kawasan ini juga terdapat Curug, Airpanas, Canopy trail, dan telaga.


bila kita kembali ke sejarahnya, kawasan ini sesungguhnya telah lama dikenal dalam dongeng dan legenda tanah sunda, salah satunya naskah perjalanan Bujangga Manik dari sekitar abad - 13 telah meyebut tempat bernama puncak dan bukit Ageung (yakni, Gunung Gede) yang disebut sebagai "..hulu wano na Pakuan" (tempat tertinggi di pakuan). agaknya, pada masa itu telah ada jalan kuno yang menyambungkan Bogor dengan Cianjur. yang melewati Gunung Gede di sekitar cipanas sekarang.

Pada Masa penjajahan Belanda kawasan ini merupakan area Pertanian info selengkapnya silahkan [klik]
Sumber : wikipedia


Perjalanan ini merupakan perjalanan kedua saya bersama Mas Mulyadi dan Mas Rafdi setelah pendakian ke Gunung Argopuro Februari 2016 lalu 


Kang Fadhil-Kang Rafdi-Mas Mulyadi-Mas Edi
Minggu 18, September 2016 Kami berkumpul di kediaman Kang Rafdi di Ciawi-Bogor.


Hari ke-1
Senin 19 September 2016
Setelah sarapan pagi kami bergegas menuju Cibodah (Pintu Masuk Gunung Gede), Kami tiba di lokasi pukul 08:00, serta langsung bergesar menuju kantor balai besar taman nasional gunung Gede Pangrango untuk menukarkan simaksi sementara dengan simaksi asli kurang lebih memakan waktu 30 menit. setelah mendapatkan SIMAKSI kami, membeli Nasi bungkus untuk bekal makan siang di perjalanan. di lanjutkan dengan sedikit pemanasan untuk merenggangkan otot serta di akhiri dengan Berdoa untuk kelancaran pendakian.

Pukul 09: 28
Perjalanan Menuju Puncak Gede di mulai. Alas kaki kami pun mulai bergesekan dengan Jalan Berbatu, serta bertangga menemani perjalanan kami, rimbunnya dedaunan pepohonan menghalangi paparan sinar matahari.

Track Jalur Pendakian G. Gede Via Cibodas

Pukul 10:04
Setelah berjalan kurang lebih 30 menit melewati bebatuan kita akan menemukan jalan datar dengan aliaran air percis di pinggir kiri jalan, lokasi telaga biri di kiri jalan sebrang bangunan shelter di kanan jalan.

Telaga Biru
Telaga Biru  Memiliki luas sekitar lima hektare dan terletak pada ketinggiansekitar 1.575 mdpl. serta dari pintu masuk Cibodas sekitar 1,5 Km, suasana di sekitar telaga ini sangat sejuk, Air di telaga ini ini berwarna kebiruan karena banyak terdapat ganggang biru, Ikan-ikan di telaga ini begitu jelas terliahat berenak kesana kemari.

Pukul 10:11
Tak Jauh dari Telaga biru kita akan bertemu dengan track Jembatan, sejenak menikmati hijaunya rimbun pepohonan, menurut informasi yang saya peroleh dahulunya jembatan ini merupakan jembatan kayu, namu sekarang sudah beton yang menyerupai kayu.

Jembatan Dia area rawa Gayoggong


Pukul 10:19
Masih di track jembatan kayu ada rawa Gayonggong.
Rawa Gayonggong merupakan cekungan yang terbentuk dari kawah mati kemudian menampung aliran air dari tempat yang lebih tinggi Erosi tanah telah menyebabkan sedimentasi lumpur untuk media tumbuh berbagai jenis rumput-rumputan terutama didomasi oleh rumput Gayonggong.

Rawa ini merupakan daerah jajahan Macan Tutul serta tempat hidup berbagai jenis burung khas rawa pegunungan. View yang indah ke arah barat ketika pucuk pohon puspa memerahdi Gunung Pangrango

Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak jangan ambil apapun kecuali gambar jangan petik apapun kecuali kenangan.


begitula tulisan yang Papampang di pinggir kanan Jembatan

Kang Rafdi (ABI) Rawa Gayonggongb1.600 mdpl


Jembatan Beton

Pukul 10:26

Tibalah kami di POS Pannyancangan = persimpangan antara Gunung Gede /Pangrango/Air Panas(LURUS Menanjak) dan Curug Cibeurem (KANAN Menurun)
POS Panyancangan 1.628 mdpl

di kiri jalan ada Shelter yang bisa di gunakan untuk beristirahat 

Jalur Menuju Gunung Gede /Pangrango/Air Panas


Jalur pendakian mulai menanjak dan berliku liku melewaati jalanan berbatu dan sesekali menemuka pepohonan tumbang yang melintang ke jalan, sehingga kita mesti melangkahi pohon kayu tersebut, Gemuruh air terjun yang berada jauh di bawah terdengan begitu jelas di iringi suara satwa-satwa penghuni TNGP ini

Pukul 11:14
Kami tiba di Shelter Rawa Denok 1, kami pun mampir sejenak, Julur pendakian Gunung Gede/Pangrango via Cibodas memang memiliki shelter yang cukup banyak sehingga memudahkan kita untuk beristirahan, bahkan berteduh saat air hujan mulai mengguyur.



Pukul 11:43
Shelter Rawa Denok 1 berbeda dengan shelter sebelumnya, yang memiliki dinding shelter ini hanya berbentuk seperti payung cafe, lengkapdengan Meja dan tempat duduk. Disini kami makan sing terlebih dahulu dengan nasi bungkus yang kami beli sebelum pendakian. selain lebih praktis menghemat waktu pula, langsung makan tanpa masak terlebih dahulu.


Pukul 12:20
Setelah menemukan track datar dan sedikit menurun kita bertemu dengan Shelter Batu Kukus 1, kami sarankan beristirahatlah sejenak di shelter ini karena di balik shelter ini terbentang trak menanjak berkelok yang cukup menguras tenaga

POS Batu Kukus 1 1.820 mdpl
Pukul 13:38
POS Air Panas 2.100 mdpl, sebuah lahan datar yang cukup untuk mendirikan tenda, di tempat ini terdapat bekas shelter yang sudah rusak, kita bisa beristriahan di sini sembari menunggu antrian di Air Panas



Air Panas Merupakan Lereng curam yang berbahaya yang di aliri air panas dengan suhu 70 drajat Celcius, pendaki perlu extra hati hati saat meleati jaur arpanas ini dikarenakan jalur yang sempit serta licin,


Pukul 13:44
Setelah melewati Air panas kita akan menemukan 2 shelter yang berdekatan yaitu shelter Air panas 1 dan 2 di sini menjadi tempat istirahat Favorit para pendaki di karenakan kita bisa beristirahat sambil berendam di air pansa yang mengalir di pinggir jalan.

Namun saat kami sampai disini sangat banyak sekali pendaki yang beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos berikutnya.


Pukul 13:52
Kandang Batu, tempat ini di jadikan mendirikan tenda dan bermalam jika pendaki sangat ramai di area sini pula terdapat sumber mata air yang dapat di konsumsi, tak heran jika tempat ini di jadikan alternatif berkemah bila tak mendapatkan lahan di Kandang Badak.


Sekitar 1 jam  kita berjalan menanjak makan akan sampai di kandang badak lahan aga miring dengan sumber mata air. serta dekat dengan persimpangan antara Gunung Gede & Pangrango. menjadikan tempat ini ramai apalagi di hari libur, kami berhenti sejenak untuk menghangatkan badan sembari membentangkan flysheet untuk berteduh dari hujan sambil berunding, tetap stay di kandang badak (mendirikan tenda) atau langsung ke puncak dan bermalam di surya kencana, setelah perut terisi dan stamina mulai pulih kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak dan berakhir di alun-alun surya kencana untuk berkemah.


Pukul 16:14
kurang lebih 10 menit dari kandang badak, melewati anak tangga berbatu kita akan bertemu dengan persimpangan atara Puncak Gede dan pangrango dari arak kadang badak Ke puncak Gede lurus sedangkan ke Pangrango ke arah kana, janan berbatu dari pintu masuk cibodas pun berakhir disini dari sini kita akan berjalan dengan track tanah.


Pukul 17:09
Tibalah kami di Tanjakan rante atau yang lebih terkenal dengan tanjakan setan sebenarnya ada jalur arternatif ke arak kanan, namun kami merasa penasaran dengan sensasi tanjakan yang satu ini dengan memikul Caril di pundak, tanjakan ini memiliki tingkat kemiringan 80 derajat dengan dua tai terurai sebagai peganganan kita saat melewati tanjakan ini, di sarankan demi keselamatan satu persatu saat melewati tanjakan ini.

Tanjakan Rante
Tanjakan rante dari atas
Butuh tenaga extra untuk menuju puncak gede dikarenakan jalurnya yang kian menanjak, akar pepohonan yang melintang ke jalur pendakian, di tambah malam yang makin menghampiri, membuat langkah kaki semakin berat, senter mulai kami nyalakan untuk penerangan, tetesan air dari dedaunan sisa hujan masih menetes sesekali menambah dinginnya suasana. setelah keluar dari rimbunnya pepohonan kita di hadapkan dengan jalan menanjak dengan tekstur pasir berkerikil dan kiri kanan jurang. ada pagar pembatas di sebelah kiri sebagai penandah harus berhati hati dikarenakan percis di bawah kiri terdapat kawah gunung gede, jam menujukan pukul 7 malam kabut begitu cepat turun hingga jarak pandang kami terhalangi, gemuruh angin kian kencang di tambah aungan petir bersautan membuat kami memutuskan untuk kembali ke bawah mencari lahan yang dapat didirika tenda serta aman dari terpaan angin. pembangunan tenda kami di iringi turun nya hujan yang deras.


setelah tenda selesai, saat nya memasak untuk mengisi perut di lanjutkan beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok pagi.  singkat cerita pagi pun tiba, namun sang fajar tak mau menampakan dirinya di hadapan kami. langit tertutup kabut 

Hari Ke-2
Selasa, 20 September 2016
Suasana pagi di Puncak gede

dikarenakan telah menunggu beberapa jam cuaca tak ada perubahan kami bergegas menuju puncak sembari menikmati suasana puncak dan mengambil beberapa gambar.




Menuju Puncak Gede

Jelas dimata kami Puncak pangrango yang menjulang tinggi seakan melambai-lambai kami untuk mendatanginya.

Pangrango dari Gede

Puncak Gede

Dari tugu puncak gede terlihat hamaran savana di kanan bawah yang memanjang, serta terlihat petunjuk ara yang menuju ke kanan bertuliskan Alun-Alun surya kencana, sebenarnya itulah tujuan semalam kami, Namun dikarenakan konsisi cuaca yang tidak mendukung, perjalanan malan kemarin tertunda.

Setelah berunding akhirnya Saya : Abdusy, Mas Yadi, Kang Rafdi & Kang Fadhil Melanjutkan perjalanan menuju alun-alun surya kencana sedangkan Mas Edi kembali ke Tenda, hanya butuh 15 menit dari puncak menuju surya kencan.


Alun-Alun Surya kencana merupakan Pada Savana memanjang, yang di hiasi bunga edelweiss, serta merupakan titik pertemuan 3 pintu pendakian yaitu Pintu Cibodas (Bogor), Gunung Putri (Bogor) dan Salabintana (Sukabumi)

dari papan petunjuk arah memuat infor masi jarak dari tiap pintu masuk ke Alun-alun surya kencana yaitu

Cibodas - Alun-alun Surya kencana 12 Km
Gunung Putri  - Alun-alun Surya kencana 6 Km, dan
Salabintana - Alun-alun Surya kencana 14 Km

Informasi Jarak tempuh dari tiap pintu masuk


Bunga Edelweiss Alun-Alun Surya Kencana

Puncak gede dari alun-alun surya kencana
Video Ringkasan Perjalanan 


KLIK PADA GAMBAR UNTUK MEMPERBESAR
Roundown

P A Y U N G    R I M B A
S A L A M    L E S T A R I

0 comments:

Post a Comment

Payung Rimba. Powered by Blogger.