Tinggalkan Jejak Lebih Jauh

Wednesday, May 18, 2016

Gunung Papandayan Jilid 4



Pagi di Camd David
ini merupakan perjalanan ke 4 saya ke Gunung Papandayan jadi pada posting kali ini saya lebih pokus ke estimasi biaya dan waktu tempuh serta info track baru.

Dalam rangka mengisi Longweekend di bulan mei 2016, payung rimba kembali lagi ke papandayan untuk mencicipi track baru,

Rute Awal : Camp David - Kawah Papandayan - Podok Selada - Hutan Mati - Tegal Alun
Rute Baru : Camp David - Kawah Papandayan - Hutan Mati - Bisa ke - Tegal Alun atau Ke Pondok Selada
untuk posting tetang papandayan bisa lainya bisa beralih ke postingan berikut 

Gunung Papandayan 
|| 2013 || 2014 || 2015 ||

Kamis Pukul 19.00 WIB kami bergegas dari basecam payung rimba (Halim) menuju pool bus Primajasa, dengan memakan waktu kurang lebih 30 menit, setibanya di pool primajasa tampak sepi tak seperti biasanya, hanya beberapa gerombolan pendaki saja yang mondar mandir di hari itu, usut punya usut bus Garut masih tertahan dalam perjalanan menuju jakarta, terlihat beberapa gerombolan pendaki meninggalkan pool bus unruk mencari alternatif lain seperti Terminal Kp. Rambutan, Ps. Rebo dan Lebak bulus, cuma tidak bagi kami kami setia menunggu di pool ini dengan 2 gelas kopi hangat di tambah canda gurau.


waktu kian larut hingga bus garut pertama tiba di malam itu, namun naas bagi kami yang tak kebagian tetmpat duduk, hingga harus menunggu kedatangan bus Garut kedua.

hingga hampir pukul 22.00 barulah kami mulai meninggalkan Ibu kota, perjalanan kami manfaatkan untuk beristirahat, kondisi lalu lintas yang teramat sangat lancar membuat tidur semakin tenang.


Kami pun tiba di terminal guntur garut pukul 02.00 di karenakan masih terlalu pagi serta kondisi perut yang sudah minta di beri asupan, kami pun memutuskan untuk makan terlebih dahulu, dilanjutkan membeli beberapa tambahan logistic, barulah kami melanjutkan perjalanan menuju Cisurupan (gerbang pendakian gunung papandayan)

yang mengagetkan kami sekarang di saat kita naik angkutan umum kita di kenakan biaya ikat, di luar ongkos, awalnya kami di minta Rp. 25.000,- atas jasa ikat, dan kami menolak karena tiap 3 tahun terakhir ini selalu ke garut, dengan jawaban saya biasanya ndak bayar biaya ikat, hingga orang tersebut memanggil temanya untuk negosiasi, kami tetap kekeh nggak mau bayar hingga mereka menurunkan tarif menjadi Rp. 20.000,- tetap kami tidak mau, dengan jawaban ntr saja saya bayar sekalian ongkos, mereka tidak mau usut punya usut biaya tersebut bukan merupakan bagian dari ongkos hanya untuk para orang yang mengikat caril di atas angkutan umum, di karenakan kami belum membayar biaya ikat merekan menurunkan kembali menjadi Rp. 15.000,- kami tetap tidak mau karena kami tidak minta diikatkan caril kami di atas angkutan umum serta di akhir perjalanan tetap saja kami yang harus meurunkannya. dan pada akhirnya mereka meminta seiklasnya, karena kami sudah malas berdebat akhirnya kami berikan Rp. 10.000,- untuk biaya ikat.



04:00 kami tiba di  gerbang pendakian, kedatangan kami langsung di sambut warga sekitar dengan tawaran ojek, Pic-up serta jajanan di warung-warung sekitar, namun kami memutuskan untuk menunggu adzan Subuh terlebih dahulu.


05:00 kami akhirnya berangkat menuju Camp Davit menggunakan jasa Pic-kup

07:00 Setelah melakukan registrasi serta mengambil beberapa photo pemandangan pagi kami langgu memulia pendaian,
Lawan terberat di jalur pendakian


Setelah melewati kawah kita di hadapkan dengan satu tanjakan yang menghantarkan langkah kaki ke track datar.

Tanjakan Setelah area kawah

Area pembagian jaur normal dan jalur baru

Jalur baru

setelah tanjakan ini kita di sambut oleh warung yang sudah berdiri semi permanen di area tersebut, jika track normal kita mengambil arah kanan dengan jalur aga menurun, lalu berjalan datar di pinggiran tebing, di lanjutkan menurun hingga melintasi sungai baru di hadpkan dengan track menanjak hingga menjumpai pertigaan pondok selada (kiri), Tegal pajang/Pengelengan (lurus) tampka dari kejauhan ada camp gron di sebelah kiri pertigaan.

Jalur baru setelah tanjakan pada gambar di atas kita ambil kiridan terus mengikuti jalur menanjak hingga Hutan mati jalur ini, cukup menghemat waktu dan tenaga hanya 30 menit merjalan kita sudah tiba di hutan mati.

Akhir tanjakan jaur baru

Sejenak beristirahat, sembari menikmati hutan mati serta beberapa gambar yang kami ambil.

Hutan mati


Hutan mati

Setelah berdiskusi akhirnya kami memutuskan untuk menuju camp pondok selada terlebih dahulu
Menuju Pondok selada
Beberapa penampakan pondok selada
Pondok Selada
ketemu dede gemes abaikan yang gendong
Suasana malam
Pagi hari pukul 08.00 kami bergegas menuju tegal alun

dengan rute kembali ke hutan mati - Tanjakan Mamang - tegal alun

Jalur menuju tegal alun
Setelah tiba di tegal alun rasa lelah terbayar oleh hamparan edelweiss












Estimasi Biaya per 05 Mei 2016 


untuk melihat versi video silahkan klik [ disini ]
Gallery lengkapnya klik [ disini ]

Demikian perjalanan kami

SALAM LESTARI
P A Y U N G  R I M B A

0 comments:

Post a Comment

Payung Rimba. Powered by Blogger.